Blog Toko
Temukan event, kabar terbaru, dan promosi terbaru di sini!
Oct 09, 2021
ISTIDRAJ

Didalam islam tentu kita diajarkan dengan yang namanya bersyukur, bahagia, rezeki melimpah, serta hakikat keimanan seseorang dalam meyakini adanya Allah swt sebagai Tuhan yang kita sembah. Dan kehidupab dunia ini selalu berputar begitu juga dengan apa yang kita dapat dan kita rasakan saat ini, ada bahagia dan sedih yang semua orang pasti mengalami fase-fase tersebut silih berganti.

Namun pernah gak sih, kita melihat seseorang yang terkadang terlihat selalu bahagia tidak pernah terlihat muram, sedih atau selalu berada dalam kesehatan, terlebih dengan kelebihan harta yang menjadikannya bahagia. Yah, terkadang kita menemui seseorang yang seperti itu, tapi apakah teman-teman tahu jika seseorang yang selalu terlihat beruntung itu, mungkin saja sebenarnya Allah sedang mengujinya, istilah itu biasa kita sebut dengan ”istidraj” apa teman-teman tahu apa itu Istidraj ? jika dipahami lebih dalam istidraj tidak beda dengan jebakan, jebakan berupa limpahan rezeki yang Tuhan kita beri pada hambanya yang dikehendakinya sebagai salah satu ujian yang ditempuh dengan kenikmatan-kenikmatan yang dirasakanya. Istidraj dalam Bahasa arab di ambil dari kata da-ra-ja yang berati naik dari satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya,sementara istidraj yang dari Allah kepada hambanya dipahami sebagi hukuman, hukuman atau azab berupa kenikmatan duniawi. Dari Ubah bin Amir.ra, Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada hamba, sementara dia masih bergelimang dengan kemaksiatan, maka itu hakikatnya adalah istidraj ari Allah.”

Dan ciri-ciri orang yang tekena istidraj:

-      Kenikmatan duniawi yang melimpah ruah padahal jarang mendekatkan diri kepada Allah swt.

-      Rezeki yang selalu bertambah padahal ibadah selalu ditinggalkan

-      Hidup sukses dan sejahtera padahal selalu bermaksiat

-      Jarang terkena musibah berupa sakit

-      Sombong dan tinggi hati dengan harta yang bergelimang

 

Hubungan hati dengan istiraj ini sehubungan dengan manusia yang terkena azab ini maka hatinya akan menghitam dan mengeras, jika hati seseorang hitam dan keras akan sulit menerima masukan dari oranglain karena merasa dirinya yang paling benar, dan orang yang terkena istidraj biasanya selalu asyik dengan dunianya sendiri dan tidak menghiraukan oranglain, dan pandangan menurutnya tentang apa yang di lakukannya sudah yang paling benar dan tidak menghiraukan lagi tentang yang haram dan yang halal, karena menurut pandangannya apa yang dilakukan merasa sudah yang paling benar.

Jangan sampai kita sebagai muslim yang bertakqwa menjadi kufur akan nikmat yang Allah swt berikan kepada hambanya, walaupun dalam keadaan apapun yang kita alami kita wajib dan tetap harus bersyukur dan yang selalu Allah beri kenikmatan jua janganlah lupa akan hak orang-orang mebutuhkan bantuan kita, semoga kita tetap ada dalam lindunganNya. Aamiin ya Mujiib

Wallahu a’lam bi showab